| |
 |
|
| Science Forum Index » Mathematics Forum » Syariat Islam tentang Prediksi dan Prakiraan Cuaca BMG |
|
Page 1 of 1 |
|
| Author |
Message |
| Abdulloh |
Posted: Tue Nov 14, 2006 8:47 pm |
|
|
|
Guest
|
Syariat Islam tentang Prediksi dan Prakiraan Cuaca BMG
www.mediamuslim.info
Prediksi dan perakiraan cuaca yang biasa dilakukan oleh Badan
Meteorologi dan Geofisika atau badan-badan lainnya yang sejenis
bukanlah termasuk ilmu ghaib, tetapi hal itu merupakan penelitian
ilmiah tentang keadaan cuaca, angin, awan dan sejenisnya. Penelitian
ilmiah modern tentang masalah tersebut mengisyaratkan bahwa indikasi
kebenaran cuaca bisa mencapai 90% apabila masih sehari atau dua hari,
namun apabila sudah mencapai lebih dari dua hari maka indikasi
kebenarannya menurun seperti 60% untuk kebenaran prakiraan cuaca dalam
waktu lima hari lagi.
Apabila masalahnya demikian, maka kita dapat memahami bahwa prakiraan
tersebut hanya dapat diperoleh melalui hasil penelitian tentang seluk
beluk cuaca. Contoh sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu
apabila kita melihat awan di langit mendung gelap, gemuruh, petir
menyambar, maka kita dapat memprediksikan bahwa itu pertanda hujan akan
turun. Sejenis itulah yang dipelajari oleh BMG. Semua prakiraan ini
hukumnya boleh-boleh saja dalam pandangan sya'i.
Namun perlu diperhatikan dua hal penting berikut; Pertama adalah harus
diyakini bahwa prediksi cuaca tersebut tergantung kepada kehendak
Allah, karena betapa banyak prakiraan cuaca di berbagai negara dan kota
yang meleset dari perkiraannya. Dahulu, diberitakan oleh Ibnul 'Ammad
al-Hanbali dalam Syadzarat Adz-Dzahab 2/199 tentang peristiwa tahun 289
H: "Pada tahun tersebut, manusia shalat Ashar pada hari Arafah dengan
pakaian musim panas, kemudian angin bertiup kencang, cuaca menjadi
sangat dingin, hingga mereka harus menghangatkan badan dengan api dan
airpun menjadi salju"
Hal yang kedua adalah prediksi cuaca seperti ini bukanlah termasuk ilmu
ghaib sedikitpun, karena dasarnya adalah penelitian ilmiah seperti yang
telah dijelaskan diatas, hasil suatu penelitian kadang benar dan kadang
salah. Oleh karena itu, maka tidak boleh bagi seorangpun untuk
memastikannya, baik yang memberikan informasi maupun yang menerima
informasi. Prakiraan cuaca hanyalah sekedar sebagai prakiraan dan
jaga-jaga saja, yang sangat berguna untuk keperluan manusia dalam
bidang transportasi, pertanian, perkebunan, nelayan dan sebagainya.
Jadi tidak ada kontradiksi antara fenomena prediksi cuaca dengan ayat
Al-Quran yang berbunyi: "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya
sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dialah yang menurunkan
hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun
yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.
Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS Luqman:
34)
Karena prediksi tersebut bukanlah termasuk ilmu ghaib, tetapi diperoleh
dari hasil penelitian tentang keadaan cuaca, yang bisa benar dan bisa
salah. Dan semua itu tetaplah bergantung kepada keputusan Allah. Oleh
karena itu, seseorang dilarang untuk memastikan dalam prediksi dan
prakiraan cuaca tersebut.
(Sumber Rujukan: Fatawa Lajnah Daimah 1/635, Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin
5/271-272, Ahkam Syita' hal 9-10 oleh Asy-Syaikh Ali bin Hasan
al-Halabi)
KUNJUNGI JUGA:
www.mediamuslim.co.nr
www.aqidahislam.wordpress.com
www.kisahislam.wordpress.com
www.akhlaqmuslim.wordpress.com |
|
|
| Back to top |
|
|
|
|
|
All times are GMT - 5 Hours
The time now is Sat Nov 07, 2009 8:33 pm
|
|