Main Page | Report this Page
Science Forum Index  »  Mathematics Forum  »  Suburnya Dunia Perdukunan (Paranormal)
Page 1 of 1    

Suburnya Dunia Perdukunan (Paranormal)

Author Message
Abdulloh
Posted: Tue Nov 14, 2006 8:44 pm
Guest
Suburnya Dunia Perdukunan (Paranormal)
www.mediamuslim.info

Dukun/paranormal semakin laris. Fungsi dan peran mereka yang dulu
ditutup - tutupi kini sengaja dibuka lebar-lebar. Kini mereka berani
tampil di muka umum dan pasang iklan di media cetak atau elektronik.
Praktik paranormal/dukun kini menjadi profesi.

Gejala lari ke dukun, paranormal atau "orang pintar" kini semakin
mengakar kuat di setiap lini masyarakat. Entah berapa banyak pejabat,
pengusaha, kalangan profesional, intelektual dan rakyat biasa telah
menjadi konsumen atau pelanggan jasa perdukunan. Kondisi ini merupakan
lahan subur bagi dunia perdukunan dan paranormal. Mereka kian gencar
beriklan tentang kemampuan dan kesaktiannya yang disertai gelar atau
nama yang aneh, berbau magis dan terkadang nyeleneh. Mengapa dunia
perdukunan semakin subur? Ironisnya ini terjadi di masyarakat yang
mengaku religius dan agamis.

MARAKNYA DUNIA PERDUKUNAN

Maraknya perdukunan disebabkan, di antaranya:

*
Lemah iman dan kurangnya pemahaman agama.
Lemah iman (kurangnya keyakinan bahwa Allah adalah tempat meminta
segala keperluan) adalah faktor utama bagi seseorang untuk mencari
alternatif lain untuk menyelesaikan permasalahan hidup. Meminta
pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat merupakan solusi
Islami dan tepat untuk menyelesaikan masalah. Allah berfirman: "Hai
orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan
sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
(Al-Baqarah: 153)

*
Membungkus dunia perdukunan dengan agama.
"Kami tak melakukan apa-apa, hanya berdoa kepada Allah, dan atas
ridhaNyalah doa kami itu terkabul", tutur seorang paranormal di sebuah
media. Ungkapan di atas dan semisalnya adalah ucapan klise yang sering
keluar dari mulut paranormal/dukun. Mereka berlindung di balik kata
"doa" dan nama "Allah" untuk mengelabui orang dan meyakinkan bahwa
kemampuan yang dimilikinya itu adalah pemberian dari Allah dan tidak
bertentangan dengan ajaran agama. Untuk membantah syubhat (kerancuan)
ini, perhatikanlah firman Allah: "Iblis menjawab, 'Demi kekuasaan
(izzah) Engkau,aku akan menyesatkan mereka semua-nya'." (Shad: 82).

Iblis makhluk yang telah nyata kekafirannya kepada Allah
(Al-Baqarah: 24) menggunakan sifat Allah (Al-Izzah) dalam bersumpah.
Maka bukan suatu hal aneh jika mereka menggunakan nama Allah, membaca
(potongan) ayat-ayat Al-Qur'an sebagai mantera. Penggunaan
simbol-simbol agama bukan ukuran kebenaran. Bukankah iblis yang
menggunakan sifat Allah ketika bersumpah tidak menjadi pembenaran bahwa
ia sesungguhnya tidak sesat dan menyesatkan. Selain itu, mereka
mengatakan bahwa ilmu yang diberikan berdasar pada agama (Al-Qur'an).
Tapi pada saat yang sama, mereka juga memberikan syarat, azimat dan
amalan-amalan yang tidak sesuai dengan Al-Qur'an atau tidak diajarkan
oleh Al-Qur'an.

*
Ajaran Sufisme
Ajaran Sufisme mempunyai andil dalam memupuk mistikisme. Lipstik
agama yang membungkus ritual sufisme banyak mengelabui umat.
Cerita-cerita mistik tentang hal-hal ghaib -Allah, malaikat, jin dll-
banyak mewarnai ajaran mereka.

*
Animisme, dinamisme, sinkretisme
Kepercayaan masyarakat yang suka mistik adalah sisa-sisa pengaruh
dari ajaran anismisme -kepercayaan kepada roh-roh yang mendiami semua
benda-, dinamisme -kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai kekuatan
yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia-
kemudian ajaran Hindu (tentang roh dan dewa-dewi). Termasuk budaya
sinkretisme yang mencampuradukkan ajaran berbagai agama untuk mencari
penyesuaian

PERGI KE DUKUN/PARANORMAL

Allah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya, ada di antaranya
yang sudah diketahui dan ada pula yang belum. Berobat yang sesuai
syari'at dibolehkan menurut kesepakatan ulama. Tidak dibolehkan
mendatangi dukun/paranormal yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib,
untuk mengetahui penyakit yang diderita dan atau kebutuhan lainnya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi
wasallam, beliau bersabda : "Barangsiapa datang ke kahin (dukun), dan
percaya apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap
apa yang telah diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa
sallam." (HR. Abu Daud).

Allah berfirman: "(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka
dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu."
(Al-Jin: 26).

Para dukun/paranormal tidak mempunyai "kelebihan" melainkan dengan cara
berbakti, tunduk, taat dan menyembah jin. Kumkum (berendam) di
pertemuan dua sungai, tapa (meditasi) di gua-gua, puasa, menyembelih
hewan dengan kriteria tertentu adalah sebagian bentuk dari penyembahan
jin. Pengobatan alternatif, pengisian ilmu kesaktian, susuk, azimat,
wafak, pengasihan dan lainnya dalam praktiknya banyak menggunakan jin
dan setan. Setiap praktik dukun/paranormal yang menggunakan syarat,
mahar, perantara dan mantera pantas dicurigai. Lewat syarat itulah,
apakah namanya susuk atau azimat, jin masuk dengan cara yang disadari
atau tidak disadari.

Pergi ke dukun/paranormal adalah awal dari rentetan kesusahan.
Menyelesaikan masalah dengan menambah masalah. Jin dan setan akan terus
menanamkan rasa takut, gelisah dan ketergantungan bagi para konsumen
dan pengguna jasanya, yang menyebabkan ia tak akan lepas dari
pengaruhnya. Syarat-syarat yang beraneka ragam -dari yang tidak rutin
atau rutin dikerjakan pada waktu atau tempat tertentu- itulah bukti
nyata kekuasaan jin atas konsumennya.

"Dan bahwasanya ada beberapa orang di antara manusia meminta
perlindungan kepada jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka rahaqo."
(Al-Jin: 6). Arti rahaqo dalam ayat ini menurut Qatadah ialah dosa dan
menambah keberanian bagi jin pada manusia. Rahaqo juga berarti
ketakutan (Abul Aliyah, Ar-Rabi', dan Zaid bin Aslam). Ketika jin tahu
manusia minta perlindungan karena takut pada mereka, maka jin
menambahkan rasa takut dan gelisah agar manusia semakin tambah takut
dan selalu minta perlindungan kepada mereka. (Ibnu Katsir, Tafsirul
Qur'anil Azhim, 4/453).

MENJAUHI DUKUN/PARANORMAL

Kandungan arti surat Al-Falaq dan An-Nas adalah bukti bahwa jin dan
setan dapat berbuat jahat terhadap manusia. Juga mengajarkan kita untuk
berlindung dan minta pertolongan dari hal-hal tersebut hanya kepada
Allah semata. Tindakan prefentif dengan berdzikir, berdoa sesuai
tuntutan agama perlu dilakukan sebelum terjadi.

Takhayul, sihir dan adu nasib memiliki lahan yang cocok untuk
berkembang dan tersebar pada lingkungan-lingkungan dan
masyarakat-masyarakat yang lemah di atas manhaj yang tidak bertujuan
dan beragama dengan tidak benar. Gelombang sihir, takhayul dan
gejala-gejala sosial yang sakit dan ganjil disebabkan oleh jauhnya
manusia dari Allah (agamaNya), serta keterikatan dan ambisi mereka
terhadap dunia dan kenikmatan-kenikmatan materinya.

Kembali ke agama adalah jalan pertama dan terakhir agar terhindar dari
dunia perdukunan yang penuh kesesatan dan kebohongan.

(Dikutip dari: Risalah tentang Sihir dan Perdukunan oleh Al Imam
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz, dll)
 
 
Page 1 of 1    
All times are GMT - 5 Hours
The time now is Sat Mar 20, 2010 6:51 pm